Kisah di bawah ini dikutip dari “Cara Mudah Menghafal
Al-Quran”, oleh Ali Saleh Muhammad bin Ali Jaber (Guru Tahfizh al-Quran Masjid
Nabawi)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Antara
rumahku dan mimbarku adalah taman (raudhah) dari taman-taman syurga. Dan
mimbarku di atas kolam. (Shahih Bukhari)
Ketika saya mengajar dalam rangka memperbaiki bacaan
al-Quran di sebuah majelis taklim di Madinah, datanglah seorang bapak yang
kira-kira berusia 50 tahun, dia adalah orang yang buta huruf dan bertanya
kepada saya bagaimana bisa membaca alQuran. Saya menyarankan agar ia minta
tolong kepada orang lain untuk membacakan dan kemudian dengarkanlah karena orang
yang membaca al-Quran dan yang mendengarkan mendapatkan pahala yang sama.
Akhirnya setiap selesai sholat berjamaah di masjid Nabawi
orang tua tersebut minta tolong kepada orang yang berada di sebelahnya untuk
membacakan al-Quran. Kebiasaan ini dilakukannya secara terus menerus selama 3
tahun di masjid Nabawi setiap selesai sholat fardhu.
Ketika bulan Ramadhan dia pergi ke roudhah yaitu suatu
tempat yang berada di antara makam Rasulullah dan mimbar di mesjid Nabawi
Madinah. Seperti biasanya setelah berbuka puasa dan sholat magrib di tempat
tersebut dia minta tolong kepada seorang pemuda untuk membacakan al-Quran dan
dia mendengarkannya. Ketika bacaan pemuda itu sampai pada ayat sajadah keduanya
melakukan sujud tilawah. Lalu terjadilah kejadian yang sangat mengharukan,
yaitu pada saat pemuda tadi bangun dari sujudnya dia melihat orang tua tadi
meninggal dalam keadaan sujud.
Tidakkah kita iri akan suatu kematian, di bulan
Ramadhan? Di sebidang taman surga? Dalam keadaan menghamba? Jika seorang buta
huruf alQuran mendapat begitu tinggi kemuliaan, maka bagaimanakahdengan kita
yang dapat membacanya? Sungguh, bukan kemuliaan yang enggan hinggap dijiwa,
tapi jiwalah yang enggan menggapainya. Cukuplah kata, tinggallah air mata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar